Example floating
Example floating
Example 728x250
PendidikanBeritaInternasionalViral

Harapan Baru dari Sula, 77 Anak Bangsa Lulus di STAI Babussalam

106
×

Harapan Baru dari Sula, 77 Anak Bangsa Lulus di STAI Babussalam

Sebarkan artikel ini

SANANA, SorotPublik.id – Ruang Wisuda Sekolah tinggi Agama Isalm (STAI) Babussalam Sula, Maluku Utara di penuhi tangisan haru. Sebanyak 77 mahasiswa akhirnya resmi menyandang gelar Sarjana, menutup perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan

Mereka di antaranya,  anak pedagang, anak nelayan dan anak petani yang bertahun-tahun menarun harapan. 77 lulusan di antaranya 25 Jurusan Syari’ah dan 52 Jurusan Tarbiyah, hari itu bukan hanya di wisuda, tetapi dibuktikan kekurangan dan keterbatasan tak mampu menghentiakan mimpi

banner 728x90

Ketua STAI Babussalam Sula, Dr. Sahrul Takim, S.Pd.I., M.Pd.I menyampaikan bahwa setiap wisuda di kampus ini selalu menyimpan cerita yang sama tentang semangat yang besar, namun sering kalah oleh keadaan.

“Banyak anak-anak kita sebenarnya ingin kuliah. Mereka pintar, mereka mau belajar. Tapi orang tuanya tidak selalu punya cukup biaya. Ada yang akhirnya memilih bekerja lebih cepat demi membantu keluarga,” ucapnya lirih.

Penurunan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun, menurut Sahrul, bukanlah tanda menurunnya minat, melainkan potret realitas ekonomi masyarakat kepulauan sula. Sebuah kenyataan yang kerap memaksa mimpi ditunda, bahkan dikubur diam-diam.

Namun, wisuda hari itu menjadi saksi bahwa harapan belum benar-benar padam. STAI Babussalam Sula terus membuka pintu bagi mereka yang nyaris menyerah, melalui berbagai skema beasiswa mulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Maluku Utara Bangkit, hingga dukungan dari Baznas.

“Ketika ada bantuan, orang tua kembali berani bermimpi. Mereka percaya, anaknya bisa menjadi sarjana,” tutur Sahrul.

Kampus ini pun tak berhenti berbenah. Dengan dosen yang kompeten dan fasilitas yang terus ditingkatkan, STAI Babussalam Sula juga menghadirkan kelas pegawai memberi ruang bagi mereka yang siang bekerja, malam menyimpan mimpi, dan akhir pekan mengejar ilmu.

Di barisan wisudawan, banyak mata yang berkaca-kaca. Ada yang mengenang orang tua yang sudah tiada, ada yang teringat perjuangan membagi waktu antara kuliah dan kerja, ada pula yang menahan tangis saat menyadari bahwa hari itu, mereka berhasil melewati batas keterbatasan.

Sahrul menutup sambutannya dengan ajakan yang menyentuh: agar pendidikan tidak lagi menjadi kemewahan bagi segelintir orang.

“STAI Babussalam Sula bukan hanya kampus. Ia adalah rumah harapan. Jika kita bersama-sama menjaga dan mendukungnya, maka kita sedang menjaga masa depan anak-anak negeri ini,” pungkasnya.

Di akhir acara, toga-toga hitam bertebaran ke udara. Tangis haru berubah menjadi senyum. Dari negeri Kepulauan Sula yang sunyi, 77 cahaya kecil hari itu resmi menyala siap menerangi masa depan mereka, keluarga, dan daerahnya (*) Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *