SorotPublik.id TERNATE – Sebanyak 549 siswa program komputer profesional satu tahun angkatan ke-25, Global Science Institute (GSI) Ternate, resmi dilepas untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mandiri Tahun Akademik 2025-2026. Seremoni pelepasan berlangsung khidmat di Lantai 4 Gedung Kampus Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara (START) Ternate, Sabtu 14/2/2026.
Ratusan siswa ini akan tersebar di sejumlah instansi pemerintah maupun swasta di Maluku Utara. Tercatat ada 19 instansi yang menjadi mitra sasaran tempat para siswa mengasah skill mereka.
Direktur GSI Ternate, Dr. Abdurrahman H. Usman, S.Pd, M.Pd, S.H, M.H, menjelaskan bahwa PKL Mandiri kali ini dijadwalkan berlangsung selama lebih dari dua bulan, mulai 16 Februari hingga 22 April 2026.
Konsep “Mandiri” yang diusung GSI kali ini memberikan hak penuh kepada siswa. Mereka diberikan wewenang untuk menentukan lokasi praktik hingga mengurus administrasi persuratan secara mandiri. Menariknya, pihak kampus tidak memungut biaya PKL sepeser pun dari para peserta.
”Lokasi yang dipilih wajib memiliki perangkat komputer. Tujuannya agar siswa dapat mengoperasikannya secara profesional dan cepat sesuai kompetensi mereka,” ujar Dr. Abdurrahman saat diwawancarai.
Kepada para peserta, Direktur menekankan pentingnya menjaga nama baik GSI. Siswa tidak hanya dituntut unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga harus menunjukkan performa personal dan sosial yang baik, Siswa wajib mematuhi aturan tempat kerja, mulai dari waktu hingga etika berpakaian, Membangun hubungan harmonis dengan rekan kerja dan masyarakat sekitar, Karena sistem keberangkatan dan kepulangan dilakukan sendiri tanpa pendampingan langsung, siswa dituntut dewasa dalam menjalankan tugas.
Pasca menyelesaikan masa PKL, para siswa diwajibkan membawa daftar nilai dalam amplop tersegel dari instansi masing-masing untuk diserahkan ke GSI. Tahapan selanjutnya, para pejuang diploma satu tahun ini akan menghadapi ujian semester dua.
”Jika dinyatakan lulus ujian akhir nanti, maka mereka berhak mengikuti wisuda,” tutup Abdurrahman (*) Red




















